Jumaat, 25 Mac 2011

Yang Abadi

Tuhan, ku harapkan
Kepada-Mu, keampunan
Keredhaan, kasih sayang
Kehidupan terpelihara

Hati yang dahaga
Mengharapkan sinar cinta
Nur kasih-Mu yang sejati
Bahagia kekal abadi

Tapi Engkau pun tahu
Onak dan duri pada dunia-Mu
Engkau ciptakan pagar rintangan
Harga cinta-Mu jiwa ku korban

Tuntun langkahku ini
Tunjukkan jalan yang Kau redhai
Jangan biarkan hamba terkorban
Dengan dunia

Selamatkan dengan rahmat-Mu
Nama-Mu biar dalam hatiku
Menanti hari di pertemuan yang abad

Rabu, 23 Mac 2011

pemergianmu ya rasulullah..

Kau masih tersenyum mengubat lara

Selindung derita yang kau rasa

Senyuman yang mententeramkan

Setiap insan yang kebimbangan

Hakikatnya, tak tertanggung lagi derita

Di pangkuan isterimu Humaira?

Menunggu saat ketikanya

Diangkat rohmu bertemu Yang Esa

Tangan dicelup di bejana air

Kau sapu di muka mengurangkan pedih

Beralun zikir menutur kasih

Pada umat dan akhirat

Dan tibalah waktu ajal bertamu

Penuh ketenangan jiwamu berlalu

Linangan air mata syahdu

Iringi pemergianmu

Oh sukarnya untuk umat menerima

Bahkan payah untuk Umar mempercaya

Tetapi iman merelakan jua

Bahawa manusia ?kan mati akhirnya

Tak terlafaz kata mengungkap hiba

Gerhanalah seluruh semesta

Walaupun kau telah tiada

Bersemarak cintamu selamanya

Ya Rasulallah

Kau tinggalkan kami warisan yang abadi

Dan bersaksilah sesungguhnya

Kami merinduimu